Austin-Sparks.net

Apresiasi terhadap T. Austin-Sparks

oleh Harry Foster

Pertama kali diterbitkan di dalam majalah "A Witness and A Testimony" Juli-Agustus 1971, Jilid 49-4. Judul asli: "An Appreciation of T. Austin-Sparks". (Diterjemahkan oleh Silvia Arifin)

Setelah empat puluh tahun hubungan aktif dengan saudara Austin-Sparks dalam hal-hal Allah, hal ini jatuh kepada saya untuk memimpin upacara pemakaman penuh pujian pada tanggal 19 April 1971, ketika sejumlah besar orang berkumpul di Honor Oak untuk mengagungkan Tuhan akan hidup yang panjang dan pelayanan yang penuh buah saudara kita. Selama sebagian besar dari tahun-tahun tersebut, saya telah menjadi kontributor dari majalah Saksi dan Kesaksian, sehingga saya berterima-kasih telah dapat menerima kesempatan untuk menulis sebuah apresiasi singkat terhadap saudara kita dan pekerjaan-nya untuk Allah.

Mereka yang akrab dengan buku-bukunya akan ingat bahwa salah satu dari mereka berjudul Sekolah Kristus. Kata-kata itu sendiri sangat menyarankan konsepsinya tentang apa kehidupan Kristen itu, sebab Ia mengajarkan bahwa tujuan utama Allah bagi kita semua diarahkan ke keabadian dan diarahkan untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya. Saudara Sparks telah mampu membantu begitu banyak dari murid-murid di sekolah Kristus karena sepanjang bertahun-tahun pelayanannya, ia siap untuk menempati tempat baik sebagai murid serta sebagai guru.

Pemuridan-nya dimulai ketika, pada usia tujuh belas tahun, ia berjalan dengan sedih menyusuri jalan Glasgow pada hari Minggu sore dan berhenti untuk mendengarkan beberapa orang-orang muda bersaksi di lapangan terbuka. Malam itu juga, ia berkomitmen-kan hidupnya pada sang Juruselamat, dan pada Minggu berikutnya menemukan dirinya berdiri bersama-sama dengan orang-orang Kristen muda bersemangat itu dalam pertemuan di lapangan terbuka mereka. Ia berlanjut dengan mereka, dan tidak lama kemudian, membuka mulut untuk berbicara beberapa kata-kata sederhana dari kesaksian, sehingga masuk ke dalam kehidupan memberitakan Injil yang berlangsung selama enam puluh lima tahun.

Tahun-tahun itu terisi dengan berbagai kegiatan-kegiatan untuk Allah, tapi khotbah adalah hadiah terbesarnya dan sukacita utamanya. Ia membaca, secara luas, dalam keinginan-nya untuk pemahaman rohani, dan di atas segalanya, ia mempelajari Kitab Suci-nya, selalu dalam pencarian bersemangat untuk harta-harta baru dan lama yang dapat ditemukan di sana oleh mereka yang di-instruksi-kan dalam Kerajaan Sorga. Salah satu pilihan pertamanya untuk buku himne sebagai tambahan, yang ia siapkan untuk digunakan di Pusat Persekutuan Kristen Honor Oak adalah himne yang mengandung sebagai penahanan diri, pengingatan terkenal Pastor John Robinson akan para peziarah Mayflower bahwa “Tuhan masih ada lebih banyak terang dan kebenaran yang dapat keluar dari Firman-Nya.” Seberapa seringnya kita menyanyikan kata-kata berinspirasi itu pada awal sebuah konferensi Honor Oak! Dan seberapa seringnya mereka terbukti benar bagi pendengar-pendengar yang menghargainya!

Saudara Sparks selalu mengatur banyak simpanan akan “wahyu,” yang dimaksud-nya tidaklah pengungkapan asli kebenaran oleh penulis terinspirasi dari Kitab Suci, melainkan pencahayaan yang diberikan oleh Roh dan wawasan ke dalam apa yang benar-benar diajarkan oleh Firman. Oleh alasan ini, sebagian besar dari buku-bukunya, dan hampir semua artikel yang diterbitkan di dalam majalah ini adalah transkripsi dari pesan-pesan yang diucapkan, yang telah diberikan dengan beberapa perasaan nyata akan kepadaan ilahi: mereka tampaknya bagi dia lebih cenderung memiliki dampak rohani jika mereka datang tidak hanya dari belajar tetapi juga dari keterlibatan dalam beberapa situasi-situasi praktikal. Mungkin pertolongan yang terbesarnya adalah ketika ia berbicara dari pengalaman-nya sendiri, mengambil pelajaran dari apa yang telah dipelajarinya, bukan dari penelitian saja, tetapi dari apa yang telah terjadi padanya di sekolah Kristus, di mana Bapa memperlakukan anak-anak-Nya dengan hajaran itu, atau pelatihan-anak, yang dengan itu sendiri dapat mempersiapkan mereka untuk ke-anak-kan yang sejati menurut pola Anak yang sempurna. Ia sering mampu menafsirkan kepada orang-orang arti dari apa yang telah mereka lalui, menunjukkan kepada mereka arti dan tujuan dari penanganan Allah dengan mereka.

Terutama di tahun-tahun sebelumnya, saudara Sparks pernah meletakkan penekanan besar pada kebutuhan untuk penerapan Salib secara batiniah pada kehidupan orang percaya. Ia mengkhotbahkan Injil keselamatan penuh dengan iman yang sederhana dalam pengorbanan Kristus, tetapi ia berlanjut menekankan bahwa orang yang tahu pembersihan oleh darah Yesus juga harus membiarkan Salib yang sama untuk bekerja di kedalaman jiwanya demi melepaskan dia dari dirinya sendiri, dan memimpin dia ke jalan-jalan yang kurang duniawi dan lebih rohani dengan Allah. Ia sendiri telah melalui krisis penghancuran-diri dengan penerimaannya akan keputusan Salib atas sifat alami lamanya, dan telah menemukan krisis ini menjadi pengantar untuk sebuah kenikmatan yang sama sekali baru dari kehidupan Kristus yang begitu besarnya sehingga ia hanya bisa menggambarkannya sebagai “sebuah langit terbuka.” Dalam kehidupan jemaat dari orang-orang yang diantaranya ia layani, ia juga telah melihat transformasi mencolok yang dihasilkan oleh pesan Salib ini kepada orang percaya: Tidak heran lagi, oleh karena itu, bahwa ia mengambil setiap kesempatan untuk menegaskan bahwa tidak ada cara lain ke dalam pengalaman penuh kehendak Allah daripada oleh persatuan dengan Kristus dalam kematian-Nya. Berulang kali, ia akan kembali ke ajaran Roma 6, bukan hanya sebagai sebuah topik favorit, tapi dari suatu keyakinan bahwa persatuan yang demikian adalah cara yang pasti untuk mengetahui kuasa kebangkitan Kristus.

Salib selalu menyakitkan, sehingga kami dapat menghargai bahwa saudara Sparks sering menemukan bahwa penanganan Allah dengannya sulit untuk ditanggung. Sampai tahun 1950, ia sering sujud dengan rasa sakit, dan tidak dapat melanjutkan pekerjaannya; namun berulang kali ia dibangkitkan, kadang-kadang secara harfiah dari tempat tidur sakitnya, dan tidak ada yang bisa gagal untuk mengenali dampak rohani yang ditambahkan yang berasal dari latar belakang seperti itu. Kami berdoa banyak baginya selama tahun-tahun itu, tetapi dengan tidak ada bantuan abadi, sampai ia mampu memiliki pengobatan bedah yang terbukti menjadi cara penuh kasih Allah menjawab doa-doa kami, sehingga sejak saat itu, ia memiliki lebih dari dua puluh tahun lagi kegiatan di banyak negeri-negeri, dan sampai penyakit terakhirnya adalah contoh yang luar biasa tentang bagaimana kehidupan ilahi dapat menguatkan tubuh yang fana.

Untuk berbagai alasan, banyak penderitaan lainnya datang ke dalam hidupnya, tapi semua ini konsisten dengan ajarannya sendiri bahwa di Sekolah Kristus, seorang akan belajar lebih banyak dari penderitaan daripada dari belajar atau mendengarkan pesan-pesan. Namun, jika Salib melibatkan penderitaan, itu juga adalah rahasia dari rahmat yang berlimpah-limpah, sebagaimana ia telah tentunya buktikan. Moto tahunan terakhirnya, disiapkan untuk tahun 1971 ini, ditujukan pada tema kecukupan kasih karunia Allah. Pada bulan November ia menulis sebuah editorial di majalah ini, merekam fakta bahwa baginya tahun 1970 telah menjadi satu tahun penuh tekanan dan kesulitan yang tidak seperti biasanya. Mungkin sebagai seorang penonton, saya dapat diizinkan untuk berkomentar bahwa di mata orang-orang terdekatnya, itu juga merupakan tahun yang penuh dengan bukti-bukti baru dan lebih lengkap dari kasih karunia Allah, dan bahwa bagi saya, saya telah ditinggalkan dengan kenangan-kenangan yang diberkati dari persekutuan dalam percakapan dan doa yang tidak pernah bisa mungkin terjadi di antara kami tanpa kemenangan kasih karunia ilahi. Sungguh kemuliaan bagi Allah!

Salib tidak hanya menyakitkan, salib adalah pemersatu. Saudara Sparks percaya dan memberitakan bahwa dengan Salib, orang percaya tidak hanya dipimpin ke dalam sebuah kenikmatan kebangkitan hidup pribadi yang makin memperbesar, tetapi juga ke dalam integrasi sejati persekutuan Jemaat yang adalah tubuh Kristus. Ia tidak pernah bisa memikirkan dirinya sebagai seorang Kristen yang terisolasi, atau pun dari perkumpulan sebagai suatu kelompok terisolasi, tapi ia mencoba menetapkan tepat di hadapannya tujuan ilahi penebusan, yang merupakan penggabungan dari semua orang percaya menjadi anggota-anggota penting dari satu tubuh. Ini kadang-kadang terjadi bahwa orang Kristen yang paling cemas untuk mengungkapkan kesatuan ini, telah bertentangan dengan roh kesatuan ini dengan dikhianati ke dalam sikap superioritas terhadap orang Kristen lainnya, sehingga memungkinkan diri mereka untuk menjadi salah terbagi dari rekan-rekan mereka di dalam Kristus. Kami di sini harus mengakui kegagalan kami sendiri dalam hal ini, menyadari bahwa keinginan yang sangat kami sendiri untuk setia kepada wahyu Kitab Suci tentang apa Jemaat seharusnya menjadi mungkin dengan tidak sengaja menghasilkan sesuatu keterpisahan di antara umat Allah. Jika saudara Sparks kadang-kadang cenderung ke arah ini, ia pastinya berjalan semakin menjauh dari itu semakin ia datang mendekati ke keabadian, menjadi semakin berhati-hati untuk menunjukkan apresiasi yang layak bagi semua orang percaya, apa pun hubungan mereka itu.

Ia pastinya tergoda dari waktu ke waktu untuk menjauh dari persekutuan praktikal dengan jemaat di sini di Honor Oak, sebab mungkin kami membatasi dia dan kami kadang-kadang mengesalkannya, tapi Allah memberinya kasih karunia untuk tidak menyerah pada godaan yang dapat dimengerti ini: ia berlanjut bersama kami sampai akhirnya, menjaga ikatan persekutuan tetap utuh, menunjukkan minat yang penuh kasih pada generasi-generasi mendatang, dan mengambil bagiannya dengan kami dalam ibadah dan doa sejauh mana ia mampu secara fisik. Kami berutang banyak atas doa-doanya bagi kami, dan ia sangat menghargai dukungan doa yang kami mampu berikan padanya, terutama dalam pelayanan konferensi-konferensinya di banyak tempat. Pesan terakhirnya untuk jemaat, yang dipercayakannya kepada saya dari tempat tidur sakitnya, adalah tentang syukur besar untuk doa-doa kami. Pada hari-hari terakhir kelemahan besar, ketika ia sering tampaknya tidak mampu mengatasi komunikasi apa pun lainnya, ia tidak pernah gagal untuk memberikan bisik-kan “Amin” saat doa diajukan, menunjukkan bahwa ketika segalanya tumbuh menjadi semakin tidak nyata, ia masih bisa menanggapi kenyataan besar akan doa “di dalam nama.”

Bahkan, doa telah menjadi hidupnya, bahkan lebih dari khotbah: dalam hal ini ia meletakkan dasar untuk pekerjaan dan menetapkan standar yang oleh kasih karunia Allah kami akan berusaha untuk mempertahankan. Sementara ia masih menjadi pastor dari gereja Baptis setempat, ia menggunakan setiap hari Selasa untuk melakukan perjalanan naik untuk menghabiskan waktu makan siang berdoa dengan dua rekannya, George Paterson dan George Taylor, yang keduanya bekerja secara profesional di kota pada waktu itu. Setelah gereja telah pindah ke tempat sekarang ini pada tahun 1926, pertama-tama Bapak Paterson dan kemudian Bapak Taylor mengundurkan diri dari pos mereka agar mereka dapat menjadi sepenuhnya bebas untuk pekerjaan rohani, yang meninggalkan masih lebih banyak kesempatan untuk doa bersatu yang menjadi sifat yang menonjol baik dari hidup di dalam jemaat dan juga di Rumah Tamu di sebelah.

Bagi saudara Sparks, doa memiliki banyak aspek, seperti yang ditunjukkan oleh bukunya, Berhubungan dengan Takhta. Ia memberikan kami contoh dari doa yang adalah pemujaan, tidak meminta atau menjadi perantara, tetapi hanya mempersembahkan kepada Allah ibadah dan kasih yang adalah hak-Nya; ia selalu menekankan kepentingan dari apa yang ia sebut “doa eksekutif,” dengan apa ia bermaksud bukan hanya pikiran angan-angan dengan tambahan “Amin” di ujungnya, tapi mengklaim dengan berani janji-janji Allah di dalam nama Tuhan; ia memperkenalkan banyak dari kami pada kenyataan dari “peperangan doa,” sebab ia tahu bahwa hanya dengan mendapatkan pegangan atas musuh yang tak terlihat dari kehendak Allah, barulah Jemaat dapat menerapkan kemenangan Kristus pada situasi-situasi yang sebenarnya. Karena doa adalah sebuah pertempuran, ia kadang-kadang sedih ketika pertemuan doa kami cenderung menurun, tapi ia akan mengkampanyekan kami kembali untuk berperang, dan selalu siap untuk bersukacita ketika kami tampaknya menerobos ke dalam kemenangan iman dan mendapatkan “berhubungan dengan takhta.”

Mungkin salah satu dari buku-bukunya yang paling awal dapat dengan terbaiknya memberikan kami petunjuk nyata pada seluruh hidup dan pelayanannya. Buku ini disebut Pemusatan dan Supremasi Tuhan Yesus Kristus. Di sinilah di mana ia mulai, dan disinilah di mana ia berakhir, sebab ini menjadi nyata dalam penutupan tahun-tahun-nya bahwa ia kehilangan minat dalam mata pelajaran dan berkonsentrasi perhatiannya pada pribadi Kristus. Kristus adalah pusat! Tak satu pun dari kami akan mengklaim selalu tepat “di pusat,” dan ia pastinya tidak membuat klaim seperti itu, tapi itu adalah tujuan hidupnya dan tujuan dari semua khotbah dan pengajarannya untuk mengakui pemusatan itu dan tunduk pada supremasi itu. Pada pelayanan pemakamannya ada ratusan orang yang menanggapi dengan sepenuh hati pada saran bahwa saudara Sparks telah membantu mereka untuk mengenal Kristus dalam cara yang lebih penuh dan lebih memuaskan. Jika ada orang yang bisa membuat manusia menyadari sesuatu yang lebih dari kelayakan dan keajaiban Kristus, sehingga mereka lebih mengasihi Dia dan melayani Dia dengan lebih baik, maka seorang yang seperti itu tidak hidup dengan sia-sia. Banyak di seluruh dunia dapat dengan jujur berkata bahwa melalui kata-kata lisan atau tertulis dari “T. A-S.” inilah apa yang terjadi pada mereka dan, terutama dengan mereka yang pertama kali menjadi percaya kepada Kristus sebagai Juruselamat melalui pelayanannya, mereka akan menjadi sukacita-nya pada hari Yesus Kristus. Selain itu, beberapa kebenaran, yang tidak berarti diterima ketika ia menyatakan mereka bertahun-tahun yang lalu, kini telah menjadi diterima secara luas di kalangan orang Kristen evangelis, sehingga ada kemungkinan bahwa dalam jangka panjang pelayanannya mungkin terbukti lebih bermanfaat daripada yang terlihat di hari-hari lalu bagi dirinya sendiri atau orang lain. Ini adalah bisnis pelayan untuk tetap setia, dan itu ia berusaha untuk menjadi: hanya Tuan-lah yang berkuasa untuk menilai keberhasilannya.

Pesan yang paling pertama yang saya dengar ia berikan pada tahun 1924 adalah pemohonan pada mereka yang hadir untuk berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, dan pesan itu diakhiri dengan referensi akan karunia hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal yang dijanjikan dalam 2 Petrus 1:11. Sekarang, setelah empat puluh tujuh tahun lagi dari kegembiraan dan uji coba dari hidup bagi Kristus, ia telah mencapai garis akhir, dan kami percaya bahwa ia memang telah dikaruniakan hak penuh, kaya berlimpah, untuk memasuki Kerajaan kekal. Meskipun ia telah pergi dari kehadiran kami, pesannya masih membawa tantangan pada kami semua yang masih tertinggal, dan meskipun bibirnya sekarang telah diam, doa-doanya bagi kami masih akan terjawab.

Tampaknya ada sesuatu yang penting akan kenyataan bahwa ia pergi untuk menjadi bersama Kristus segera setelah liburan hari Paskah, sebab pelayanan penutupan Konferensi Senin Paskah kami selalu adalah yang menyorot, sebagaimana banyak yang hadir akan setuju. Saudara Sparks bisa memberikan pesan yang sangat panjang, dan sering melakukannya, tapi pesan penutupnya di waktu itu sangatlah singkat dan tepat pada intinya. Intinya sering kali adalah Kedatangan Kedua Kristus, dan saat kami berkumpul dalam jumlah besar di sekitar Perjamuan Tuhan dan mengakhiri dengan lagu kemenangan tentang “Harapan dari kedatangan Tuhan,” sesungguhnya sorga benar-benar turun dan kemuliaan memenuhi jiwa kami. Pada hari Senin Paskah ini, tidak ada pertemuan seperti itu, tapi pagi-pagi di hari berikutnya, saudara kami pergi dengan damai ke hadirat Kristus, untuk menunggu di saat ketika harapan akan menjadi kenyataan mulia dan kami akan bersama-sama bertemu dengan Tuhan “di langit.”

Suara saudara Sparks tidak lagi terdengar di antara kami, tetapi pada pelayanan pemakamannya, suara Tuhan-nya dan suara kami tampaknya berdering melalui ruangan kami, dan berseru, “Ya, Aku datang segera!” Sebagai satu orang, seluruh perhimpunan menjawab bersama-sama: “Amin, datanglah, Tuhan Yesus.” Pada catatan ini, kami pergi ke dalam sinar matahari untuk meletakkan tubuh saudara kita beristirahat dan untuk bernyanyi penuh kemenangan di sekeliling kuburannya yang terbuka: “Suatu hari Ia akan datang, Oh, sungguh hari yang mulia!”


Sesuai dengan keinginan T. Austin-Sparks bahwa apa yang telah diterima secara bebas seharusnya diberikan secara bebas, karya tulisannya tidak memiliki hak cipta. Oleh karena itu, kami meminta jika Anda memilih untuk berbagi dengan orang lain, mohon Anda menghargai keinginannya dan memberikan semua ini secara bebas - tanpa d'ubah, tanpa biaya, bebas dari hak cipta dan dengan menyertakan pernyataan ini.