Austin-Sparks.net

Kasih Karunia yang Melimpah-Limpah dan Hasil Pekerjaannya

oleh T. Austin-Sparks

Diedit dan disediakan oleh Golden Candlestick Trust. Judul asli: "Great Grace and its Outworking". (Diterjemahkan oleh Silvia Arifin)

“Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus” (Kisah Para Rasul 4:33).

“Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.” (Kisah Para Rasul 5:11).

“Dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah” (Kisah Para Rasul 4:33).

Kuasa yang besar, dan kasih karunia yang melimpah-limpah, dan sangat ketakutan.

Saudara tahu bahwa apa yang sedang terjadi pada saat hal-hal ini dicatat, adalah awal dari sebuah dispensasi baru, sebuah tatanan baru dari hal-hal – sebab itu adalah arti dari kata “dispensasi”. Ini bukan hanya tanda waktu, melainkan sifat dari apa yang diperoleh di dalam kompas waktu tertentu, dan ketika Allah memberlakukan sebuah dispensasi baru, yang merupakan zaman baru dan tatanan baru, Ia melakukan dua hal. Ia melakukannya dengan cara yang tidaklah tidak pasti. Tidak ada kesalahpahaman kenyataan bahwa Allah sedang bergerak dengan pemikiran dan niat baru dan benar-benar sedang melembagakan tatanan baru dari hal-hal. Ia mengkomitmenkan diri-Nya dengan sangat kuat dan sangat dalam pada rezim baru tersebut. Yakni, tentu saja, paten sempurna dalam kasus dispensasi yang diresmikan pada hari Pentakosta. Tidak ada kesalahpahaman bahwa Allah sedang melakukan sesuatu dan bahwa Ia mengkomitmenkan diri-Nya dengan paling kuat-nya dan paling dalamnya. Hal lain yang menandai gerakan Allah seperti itu adalah bahwa Ia menetapkan prinsip-prinsip yang harus dimiliki dan memerintah selama masa dispensasi itu. Ia meletakkan fondasi-nya, Ia menetapkan hukum rohani yang pasti di mana seluruh tatanan baru akan berdiri, atau, dengan pelanggarannya atau ketidakpatuhan mereka padanya, akan jatuh. Jadi, dalam membawa masuk dispensasi Roh Kudus, Allah melakukannya dalam kuasa, dan kemudian hasil tertentu menyusul yang menunjukkan apa cara Roh Kudus untuk selama-lamanya.

Di sini, di dalam Firman yang telah kita ambil dari keseluruhan gerakan Roh, kita memiliki dua dari prinsip-prinsip ini, masalah-masalah ini, yang berasal dari pembentukan tatanan Roh Kudus yang baru ini, dan mereka bangkit dari Kristus yang bangkit dan selalu bekerja sehubungan dengan Kristus yang bangkit, sehingga Roh Kudus bekerja tidak hanya pada fakta bersejarah bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, tapi pada realitas rohani yang luar biasa – jika saudara berkenan, sebuah prinsip rohani yang luar biasa. Semuanya adalah ungkapan dari Kristus yang bangkit. Ini adalah apa yang dimaksudkan oleh Kristus yang bangkit, bagaimana semuanya bekerja, dan ini adalah apa yang ada di sini.

Kasih Karunia yang Melimpah-Limpah pada Semua

Kita memiliki sebuah pernyataan – “dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.” Kita mengambil itu sebagai yang pertama, meskipun hal itu datang yang kedua dalam tiga hal besar yang disebutkan. Kasih karunia, seperti yang saudara ketahui, dalam Perjanjian Baru termasuk berbagai hal-hal. Kasih karunia adalah apa yang menentukan kemurahan hati Allah dalam penerimaan mereka yang tidak memiliki dasar penerimaan dalam diri mereka sendiri. Kasih karunia, hanya kasih karunia, semuanya adalah kasih karunia.

Tapi kemudian kasih karunia digunakan dengan cara lain. Ini digunakan sebagai pemberdayaan untuk menderita dan bertahan. “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu” (2 Korintus 12:9) yang dikatakan tentang seorang pelayanan Tuhan yang sangat dicoba dan bingung. “Engkau akan bisa melanjutkan; Aku akan memberi kasih karunia meski engkau harus membawa beban yang berat.” Dan jadi kasih karunia digunakan dalam berbagai cara, dan di sini kasih karunia digunakan dengan cara lain lagi, “mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.” Di sini kasih karunia menunjuk pada karakter dan perilaku Tuhan Yesus yang direproduksikan dalam Jemaat dan seluruh anggota-Nya: keindahan, keindahan yang mencolok, kemurahan-nya, ketidak-mementingkan diri sendirinya, kebaikan-nya, keperhatiannya terhadap orang-orang percaya. Itulah arti dari kasih karunia seperti yang disebutkan di sini. Itu adalah mereka semua yang hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah. Di sini, di pasal ini, saudara memiliki hasil pekerjaan yang luar biasa dari pasal kedua, ayat 42 – “Mereka bertekun dalam persekutuan.” Jika saudara ingin tahu apa yang diartikan dari itu – “dalam persekutuan’ – itu bukan berarti mereka berkumpul di pertemuan dan menghadiri pertemuan. Saudara harus pergi ke pasal 4 untuk mengetahui arti dari persekutuan. Persekutuan adalah kata yang bagus dalam kitab Perjanjian Baru ini. Ini adalah luapan dari disposisi Kristus satu sama lain. Itu adalah inti dari persekutuan – “mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.”

Nah, apa yang mereka lakukan? Bagaimana hal itu bekerja keluar? Apa nilai praktikalnya? Nah, baca saja bagian selanjutnya, bacalah apa yang berikut ini: karakter Kristus ini yang disebut kasih karunia yang melimpah-limpah, yaitu kasih karunia Tuhan Yesus. Di sini, ini bukanlah secara spesifik dan khususnya kasih karunia Allah, kasih karunia Allah terhadap manusia sebagai orang berdosa untuk membuat jalan bagi mereka ke dalam hadirat-Nya – itu adalah kasih karunia Allah. Ini adalah kasih karunia Yesus di sini dalam pengertian ini – kebaikan hati Tuhan Yesus yang luar biasa. “Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya” (2 Korintus 8:9) dan mereka hanya melepaskan kekayaan mereka, kemakmuran mereka, harta benda mereka, milik mereka, dan pada hakikatnya menjadi miskin demi Jemaat, dan itu adalah kasih karunia Tuhan Yesus. Pengosongan diri Tuhan Yesus – itu adalah kasih karunia-Nya demi orang lain.

Kuasa yang Besar Dibangun Atas Kasih Karunia yang Melimpah-Limpah

Karakter Kristus ini, seperti yang saudara perhatikan, memiliki dua efek ini. Pertama, ini berada di balik kuasa besar kesaksian mereka, “Dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus.” Mengapa? Sebab Roh Kudus selalu menuntut dan mewajibkan untuk pelayanan, untuk kesaksian, sebuah hidup di baliknya: sesuatu untuk mendukungnya, sesuatu yang berbicara tentang Kristus di dalam kehidupan ini. Itu tidak akan pernah ditulis kecuali untuk fondasi. Kuasa yang besar dibangun atas kasih karunia yang melimpah-limpah. Ini adalah kerohanian Jemaat, kerohanian dari mereka yang terdiri dari-nya yang dikeluarkan dalam kuasa yang besar dalam kesaksian, dalam saksi. Mari kita mengingat itu. Tidak ada kuasa di mana karakter Tuhan Yesus tidak dimanifestasikan. Tidak ada pelayanan yang benar-benar efektif jika ada kontradiksi kepada-Nya di latar belakang. Kuasa yang besar membutuhkan kasih karunia yang melimpah-limpah. Haruskah kita menggunakan kata lain? Kuasa yang besar menuntut kemurahan yang besar; Keserupaan dengan Kristus adalah katanya. Orang-orang ini tidak hanya sedang memproklamasikan ajaran dan fakta sejarah tentang Yesus. Mereka membawa dengan kehadiran mereka itu sendiri dan dibaliknya perwujudan Tuhan Yesus yang bangkit, dan perwujudan Tuhan Yesus di atas segala hal lain-nya adalah ini – kasih karunia yang melimpah-limpah. Ia mengosongkan diri-Nya sendiri, Ia merendahkan diri-Nya sendiri. Kasih karunia yang melimpah-limpah, kuasa yang besar, muncul di sepanjang garis itu.

Nah, kita berdoa untuk kuasa, kita berdoa untuk kesaksian yang efektif, kita berdoa untuk perluasan dan perpanjangan kesaksian. Hati kita ingin melihat keefektifan yang nyata, buah yang sejati, peningkatan yang nyata. Marilah kita selalu mengingat satu hal yang akan membuat semua hal itu menjadi mustahil adalah ketidak-serupaan dengan Kristus di latar belakang, dan jika ada kasih karunia yang melimpah-limpah, saudara dapat membiarkan masalah kuasa besar untuk mengurus dirinya sendiri: ini hanya akan mendaftar dirinya sendiri.

Hasil Kerja Praktikal dari Kasih Karunia

Dan jadi kasih karunia ini, kasih karunia yang melimpah-limpah ini, sangat praktikal. Dikatakan segera – “Sebab tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaan-nya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa dan mereka letakkan di depan rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.” (Kisah Para Rasul 4:34-35). Jika ada yang memerlukan, pekerjaan Roh Kudus tidak akan berjalan terus. Jika ada yang membutuhkan, ada kontradiksi dengan disposisi Tuhan Yesus. Kasih karunia Tuhan Yesus adalah untuk memastikan bahwa tidak ada yang membutuhkan, bahwa tidak ada jiwa yang membutuhkan.

“Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan” (Kisah Para Rasul 4:36) – sangat menarik bahwa, sebab akar namanya adalah akar yang sama dengan nama Roh Kudus – Paraclete, ia yang datang di samping untuk membantu dan menghibur. Apakah ini bukan Roh Kudus? Orang ini memiliki pelayanan Roh Kudus yang indah untuk nasehat dan penghiburan, dan ia begitu dipenuhi dengan Roh sehingga mereka memberinya sebuah nama yang berarti sama seperti Roh Kudus. Penghiburan. Paraclete adalah nama Roh Kudus, dan ini adalah Paracletos. Kita semakin dekat dengan Tuhan ketika hal itu benar, ketika nama saudara diberikan atas dasar apa saudara itu, dan laki-laki ini, karena ia seperti Yesus, diberi nama Barnabas, Anak penghiburan. “Barnabas … seorang Lewi dari Siprus oleh kebangsaan, memiliki ladang, menjualnya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.” Itu adalah kasih karunia yang melimpah-limpah. Itu adalah makna dari kasih karunia. Kasih karunia itu praktikal. Roh Kudus menghasilkan Jemaat seperti itu, dan Jemaat seperti itu memberi kesaksian dengan kuasa yang besar. Itu semua adalah satu hal.

Dan, sementara ini sangat bagus dan sangat indah untuk dipikirkan dan dibicarakan, ini adalah sebuah tantangan. Apa yang kita lakukan tentang itu? Apakah saudara memiliki ladang? Apa yang saudara punya untuk kepentingan Tuhan? Kita telah mengetahui di masa lalu Roh Allah yang datang kepada sebuah perkumpulan umat Tuhan dan begitu membebani mereka dengan kebutuhan Tuhan di dunia sehingga mereka telah datang dan, jika mereka tidak memiliki karunia keuangan, telah meletakkan jam tangan dan perhiasan di meja di hadapan Tuhan untuk diperhitungkan. Saya tidak menyarankan saudara melakukan hal semacam itu, tapi ini adalah roh dari Roh Kudus. Ini adalah kasih karunia. Ada saat ketika seluruh pertanyaan tentang apakah Tuhan sedang berjalan bersama dengan umat-Nya berpusat pada hal itu. Mereka tiba pada titik di mana Tuhan berkata, “Kamu ini bangsa yang tegar tengkuk. Jika Aku berjalan di tengah-tengahmu sesaat pun, tentulah Aku akan membinasakan kamu. Oleh sebab itu, tanggalkanlah perhiasanmu, maka Aku akan melihat, apa yang akan Kulakukan kepadamu.” (Keluaran 33:5). Dan mereka menanggalkan setiap perhiasan dan menyesuaikan diri sehingga Tuhan akan berjalan bersama mereka.

Kasih karunia Tuhan Yesus melakukan hal itu. Ia menanggalkan diri-Nya sendiri demi kita, dan begitulah adanya ketika Tuhan memberlakukan dispensasi ini. Harus ada roh seperti itu, disposisi seperti itu, di mana kita memegang segala sesuatu untuk kepentingan Tuhan, dan tidak hanya mengatakan bahwa kita melakukannya, tapi sungguh melakukannya. Sekarang, itu adalah masalah rohani. Saudara mungkin berkata bahwa itu turun ke tingkat rendah. Saya tidak setuju dengan itu. Saya sedang mencoba untuk mendapatkan sampai ke inti dari hal ini – kasih karunia yang melimpah-limpah dan bagaimana cara kerjanya. Ini akan bekerja dalam banyak cara, tapi ini bekerja seperti ini dalam perhatian yang sangat nyata, sepenuh hati, tanpa pamrih untuk setiap anak Allah di Jemaat; kepedulian yang nyata untuk setiap orang. “Saling memperhatikan” adalah sebuah kata rasul (1 Korintus 12:25). Saya katakan lagi, itu adalah rohnya, bukan pertemuan, bukan kedatangan dan kepergian, tapi saling memperhatikan yang nyata, menjadikannya suatu bisnis untuk saling memperhatikan. Tuhan memperhitungkan hal itu, dan melihat pantulan kasih karunia-Nya, Anak-Nya, dan kuasa yang besar akan mengikuti, dan perluasan dan perpanjangan yang besar akan terjadi. Itu adalah jalan menuju pembesaran. Ini selalu begitu.

Kasih Karunia yang Melimpah-Limpah Memimpin kepada Ketakutan yang Besar

Hal ini sendiri menyebabkan ketakutan yang besar yang menimpa semua orang. Mengapa? Nah, saudara lihat, di mana ada keberhargaan Kristus bagi Allah, ada kecemburuan Allah. Allah sangat cemburu untuk keberhargaan Anak-Nya. Roh Kudus cemburu atas persekutuan. Persekutuan adalah masalah di mana Roh Kudus sangat cemburu. Ia bertindak sesuainya; Ia bertindak secara yudisial. Ketika hal-hal seperti ini, ada sesuatu yang sangat berharga bagi Tuhan dan Roh Kudus bertindak atas dasar itu; Ia bertindak secara yudisial. Saudara lihat, ada yang secara dasar bertentangan dengan Roh. Sangat jelas apa yang Roh Kudus sedang lakukan, jalan yang diambil Roh Kudus, apa yang Ia hasilkan, bagaimana Ia melatih manusia, apa yang Ia buat mereka lakukan; itu jelas bagi semua orang. Dan ketika Ananias dan Safira melakukan apa yang mereka lakukan, mereka melakukannya di hadapan jalan yang jelas dari Roh Kudus, dan di situlah Roh Kudus campur tangan dengan cara yang sangat serius ini. Mari kita perhatikan ini.

Saudara lihat, ada dua aspek dalam masalah ini, untuk kasus ini. Hal ini bagaimana pun juga adalah masalah sukarela dan berterima-kasih. Ini tidak legal. Roh Kudus tidak menetapkan hukum tentang menjual ladang, rumah, atau hal-hal lainnya, dan berkata, “Inilah polanya dan engkau harus melakukannya; jika tidak, celakalah engkau.” Ini adalah tanggapan yang spontan dan penuh terima kasih terhadap karya kasih karunia di dalam hati, tidak sedikit pun wajib. Marilah kita berhati-hati dalam membentuk sebuah sistem komunisme Kristen dan memaksakannya dan berkata, “Inilah perintah yang diperoleh di gereja – sebuah komunisme Kristen.” Saudara bisa bersikap legal dan dingin dan mati tentang hal itu seperti tentang hal-hal lainnya. Roh Kudus tidak pernah melakukan itu sama sekali. Ini hanyalah tanggapan hati terhadap Roh Kudus, bukan ketaatan pada satu set hukum-hukum, atau peraturan-peraturan, yang telah diberlakukan atau ditetapkan.

Rasul berkata, “Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu?” (Kisah Para Rasul 5:4). Tapi ada perbedaan antara menahan seperti itu dan secara sadar melakukan sesuatu untuk menipu. Roh Kudus tidak bisa ditipu. Dalam terang dari apa yang terjadi, mereka secara sadar berusaha untuk menipu. Ada dua aspek. Saudara bisa saja tidak melakukannya dan dalam tidak melakukannya, saudara tidak akan bertemu penghakiman pengadilan, Roh Kudus tidak akan mengambil nyawa saudara, saudara tidak akan menjadi salah satu dari mereka yang mati, tidak membedakan Tubuh Tuhan. Saudara akan kehilangan secara rohani, saudara akan kehilangan cukup banyak, tapi ini tidak akan menjadi tindakan yudisial. Tetapi jika kita mengetahui sesuatu yang bertentangan dengan Tuhan Yesus, dan dalam kesadaran kita akan hal itu, berusaha untuk terus berlanjut seolah-olah hal itu tidak ada dan membuat percaya dan menipu, mencoba untuk melewatkan diri kita dengan mereka yang sedang berjalan sepenuhnya dengan Tuhan seolah-olah kita berada di pijakan yang sama, dan kita tahu sepanjang waktu di latar belakang hidup kita ada sebuah kebohongan, dan kebohongan itu adalah terhadap Roh Kudus, bukan terhadap manusia, bahkan bukan terhadap diri kita sendiri, ini adalah terhadap Roh Kudus, maka hal itu membuka pintu bagi sesuatu yang lain. Ini adalah hal yang sangat serius untuk memiliki pengetahuan tentang sesuatu yang salah yang ada di latar belakang kehidupan kita, dan kemudian mencoba untuk masuk dan melewatkan diri kita sendiri seolah-olah hal itu tidak ada. Itu adalah kebohongan kepada Roh Kudus. Roh Kudus tahu semuanya tentang hal itu, dan kehilangan ini lebih dari sekedar kehilangan rohani: ini adalah tindakan yudisial dari Roh Kudus. Tidak, tidak ada menipu Roh Kudus.

Intinya adalah bahwa transparansi yang mutlak adalah tanda kasih karunia, kebenaran mutlak di hadapan Allah di latar belakang hidup kita, menghadapi situasi yang mutlak dan menerimanya, adalah apa yang diartikan dari berada dalam rezim Roh Kudus. Itu adalah rezim yang sangat kudus; itu adalah dispensasi yang sangat kudus. Saudara dapat memilikinya dan menyimpannya, saudara hanya akan menderita secara rohani, Tuhan tidak akan datang dan melakukan sesuatu yang mungkin akan mengambil nyawa saudara. Tapi jika harus ada di latar belakang yang Roh Kudus telah tunjukkan sebagai yang sama sekali tidak sesuai dengan kebenaran dan kemurnian dan kekudusan hidup di dalam dispensasi Roh, dan kita hanya menutup mata kita terhadapnya dan berjalan terus sepertinya semuanya benar, kita akan bertemu dengan sesuatu pada saat itu. Itu bukanlah hal yang menyenangkan untuk dikatakan, tapi ini sangat diperlukan demi mendapatkan sampai ke sini.

“Dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian,” dan kemudian saudara mendapatkan seluruh kitab ini tentang gerakan Roh, kuasa Allah, dan apa yang sedang terjadi di mana-mana. Allah sedang bergerak, dan Ia bisa melakukannya karena kondisi bersifat Kristus ini terdapatkan di latar belakang. Saudara bisa membaca Perjanjian Baru dalam terang itu. Saudara tidak memiliki apa pun yang dikatakan tentang Jemaat di Korintus mengenai kesaksiannya yang jauh jangkauan-nya, pengaruh rohaninya melampaui batas perbatasan-nya sendiri karena keadaan hal-hal ini tidak diperoleh. Tapi di Tesalonika itu sebaliknya. “Kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu” (2 Tesalonika 1:3). “Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah” (1 Tesalonika 1:8). Ini terbukti dengan sendirinya. Saudara lihat dasar kuasa, dasar kemenangan, kesaksian, pelayanan yang bermanfaat, kesaksian yang menjangkau luas, ini adalah kehidupan di dalam Roh Kudus, hidup yang sesuai dengan Kristus, dan yang sangat praktikal dalam hal itu. Ini adalah menjaga segala macam detail dalam perkumpulannya sendiri. Tuhan membuat kita menjadi perkumpulan seperti itu.


Sesuai dengan keinginan T. Austin-Sparks bahwa apa yang telah diterima secara bebas seharusnya diberikan secara bebas, karya tulisannya tidak memiliki hak cipta. Oleh karena itu, kami meminta jika Anda memilih untuk berbagi dengan orang lain, mohon Anda menghargai keinginannya dan memberikan semua ini secara bebas - tanpa d'ubah, tanpa biaya, bebas dari hak cipta dan dengan menyertakan pernyataan ini.