Austin-Sparks.net

“Hai Pengawal, Masih Lama Malam ini?”

oleh T. Austin-Sparks

Pertama kali diterbitkan sebagai editorial di dalam majalah "A Witness and A Testimony" Sep-Okt 1956, Jilid 34-5. Judul asli: "Watchman, What of the Night?" (Diterjemahkan oleh Silvia Arifin)

Setiap orang yang telah membaca sejarah, dan terutama sejarah Jemaat, tahu betapa benarnya bahwa orang-orang sering menganggap zaman mereka sebagai yang paling penting atau bahkan kritis dari segala zaman. Bahasa krisis telah menandai banyak periode-periode dan tahap-tahap kehidupan manusia dan jalan-nya dunia. Banyak zaman-zaman seperti itu, selama mereka masih berlangsung, dianggap sebagai yang paling penting di sepanjang masa. Beberapa tentunya telah sangat revolusioner. Kita mungkin, atau mungkin tidak, benar dalam menganggap bagian abad ke 20 ini sebagai yang lebih luar biasa dan signifikan daripada waktu-waktu lain, tetapi kita akan benar-benar buta jika kita tidak mengenali perubahan luar biasa yang begitu cepatnya sedang terjadi.

Hal ini benar dalam semua bidang ilmu, politik, industri, dan tidak terkecualinya dalam Kekristenan (kami menggunakan kata ini dalam arti yang paling luasnya pada saat ini). Ciri-cirinya akan mudah dikenali oleh mereka yang memiliki mata dan bersedia untuk menggunakannya dengan jujur, tidak menutupnya atau memakai penutup mata. Tetapi bukan hanya perubahan-perubahan ini dalam diri mereka sendiri tetapi signifikansi mereka yang Pengawal Allah harus perhatikan. Tanggung jawab besar terletak pada Penjaga, seperti yang kita ketahui dari Yehezkiel 33. Perhatikan, kami katakan Penjaga, bukan anjing-penjaga. Sangat mudah dan murah untuk mengambil peranan anjing penjaga dan menyalak atau menggonggong pada setiap ‘tersangka’, atau bahkan menggigit tanpa pandang bulu. Ini adalah hal yang berbeda untuk benar-benar dapat membedakan tanda-tanda atau implikasi-implikasi dari perkembangan.

Kami berani menyarankan hal-hal berikut sebagai waktu tanda yang sangat penting. Mungkin ini tidak lain atau kurang dari akhir zaman dari dispensasi ini.

1. Penginjilan Bersih Skala Besar Allah

Apa pun yang mungkin menjadi kritiknya, pertanyaan-nya, reservasi-nya atas insiden-insiden dan pendampingannya, hasil dan buahnya, dari upaya dan gerakan penginjilan yang besar, apa yang harus kita perhatikan adalah bahwa, dalam skala yang tak tertandingi dalam sejarah, panggilan untuk memberikan Kristus tempat-Nya sebagai Juruselamat sedang berbunyi di dunia. Ketika kita memikirkan kampanye dan siaran radio yang luas dari Injil, kita tidak melebih-lebihkan ketika kita mengatakan bahwa tidak ada zaman sebelumnya dalam sejarah Kekristenan yang telah mengetahui sesuatu yang sebesar ini. Tetapi ciri yang mengesankannya adalah apa yang kita dapat sebut faktor Berdaulat di dalamnya. Allah sepertinya telah memutuskan bahwa, dengan deklarasi keselamatan yang se-sederhana mungkin di dalam Kristus, jutaan orang akan setiap hari ditempatkan dalam posisi tanpa alasan ketika hari penghakiman datang.

Itu adalah fakta yang paling sederhana. Kritik dan pertanyaan tentang instrumentalitas dan cara yang digunakan cukup terpisah, akan tampak bahwa dalam Kedaulatan-Nya, Allah bertekad bahwa manusia harus mengetahui dasar keselamatan mereka. Penulis sedang diberi berbagai kritik dan penilaian buruk dari kampanye penginjilan terkenal di salah satu kota terbesar dan terburuk di Amerika. Ketika para kritikus telah membongkar muatan, ia hanya mengajukan pertanyaan sederhana – “Yah, ketidaksempurnaan, kelemahan, dan semuanya itu terpisah, apakah lebih baik bagi kota semacam itu untuk disadarkan tentang fakta Allah daripada tidak?” Oleh karena itu, para kritikus hanya berkata, “Yah, tentu saja, jika kamu hanya membawanya ke satu itu saja, seluruhnya akan dibenarkan.” Ini, tentu saja, tidak semua yang Allah kehendaki, dan ini bukanlah argumen untuk pembenaran beberapa ciri, kelebihan atau kekurangan, tetapi, kami ulangi, apakah itu tidak menjadi salah satu tanda dari akhir bahwa – pada skala yang sedemikian besarnya – Kristus digembar-gemborkan sebagai Juruselamat satu-satunya dan yang sejati manusia?

Tahap ini harus dilihat dalam pengaturan dan kemungkinan arti ini, dan bukan sebagai sesuatu dalam dirinya sendiri. Untuk melihatnya seperti yang pertama adalah untuk memberinya makna di luar dirinya. Untuk melihatnya sebagai sesuatu dalam dirinya sendiri adalah untuk membawa kekecewaan, dan untuk mengambil sesuatu yang tidak akan menanggung beban dari tujuan penuh Allah.

2. Ketidakpuasaan Terhadap Tradisi yang Semakin Intens dan Memperluas

Ini bukanlah pemandangan dari jendela biara, melainkan hasil dari perjalanan dan kontak di seluruh dunia. Cara yang positif untuk berbicara tentang ketidakpuasan ini adalah dengan mengatakan bahwa ada reaksi yang mendalam dan kuat terhadap kenyataan dan realisme. Orang-orang dari “sekolah lama” sadar bahwa tradisi mereka tidak sesuai dengan tuntutan baru dan kondisi yang berubah. Generasi yang lebih muda tidak mau mengambil tradisi dan institusi ini begitu saja dan sebagai jalan-nya hal-hal. Banyak yang mundur dan mengajukan pertanyaan, tidak semuanya karena pelanggaran hukum dan zaman baru, tetapi karena kekecewaan dan persepsi yang cerdik bahwa hal-hal tidak vital dan dinamis dalam banyak alam-alam historis dan tradisional.

Ada masa ketika anak-anak muda mengenali, menerima, dan tunduk pada orang tua mereka, dan mengambil segalanya dari mereka, hanya karena mereka adalah orang tua mereka. Masa itu telah berlalu sepenuhnya – terutama di daerah Barat – dan sekarang semuanya harus membuktikan dirinya sendiri sebelum dapat diterima. Jadi, lembaga-lembaga tua, tatanan yang mapan, “seperti-di-awal-sekarang-kini-dan-akan-selamanya-begini” mentalitas gerejawi hanya tidak dihormati atau diterima. Apakah ini adalah bagian dari, dan yang sesuai dengan, gerakan-dunia umum menuju “penentuan nasib sendiri,” dan pemberontakan melawan kontrol dari berabad-abad – ayunan pendulum menuju “kebebasan” baru – atau apakah itu terletak lebih dalam dalam gerakan kekuatan rohani menuju puncak tertinggi, tidak mengubah fakta bahwa itu ada di sini dan harus diakui. Fakta batiniah di dalam yang umum adalah bahwa ada rasa lapar baru untuk roti yang memuaskan. Di dalam waktu di mana ada begitu banyak penampakan yang dangkal, murah, rapuh, dan sembrono, ada arus bawah ketidakpuasan, dan teriakan yang tidak sampai untuk sesuatu yang lebih substansial. Ini mungkin terbatas pada hanya beberapa orang-orang, tetapi ini nyata dan tidak berarti tidak signifikan. Para penjual buku memberitahu kita bahwa ada permintaan yang semakin besar untuk buku-buku klasik rohani yang lama, hal-hal yang padat dari lima puluh tahun dan lebih yang lalu, bahkan dari para penulis Puritan, dan yang cerdas sedang mereproduksi karya-karya semacam itu.

Ada rasa kehilangan rohani di arah-arah itu di mana, sebelumnya, ada begitu banyak ukuran rohani. Kami telah membaca laporan-laporan dari dua konferensi para pemimpin dari satu tubuh, yang darinya lebih banyak makanan rohani telah diberikan kepada Jemaat Allah daripada yang lainnya di abad lalu. Dalam laporan-laporan ini tidak hanya ada bukti kehilangan ukuran yang tragis, tetapi pengakuan terbuka bahwa itu memang demikian. Mungkin kita harus menarik kenyamanan apa pun yang bisa kita dapatkan dari fakta bahwa ada kesadaran akan kehilangan ini, tetapi bahkan itu dibuat lebih menyedihkan oleh ketidakadaan yang nyata tentang pengertian apa pun akan bagaimana cara memulihkannya yang benar. Tampaknya tidak ada pencarian tentang penyebab atau penyebab-penyebab kemunduran.

Namun, tidak diragukan lagi ada reaksi, dan ini jelas bahwa, di mana makanan padat diketahui tersedia, banyak yang lapar ditemukan beralih ke sana. Jika tanda akhir-zaman itu dari “kelaparan untuk mendengar firman” (dalam kehidupan, kuasa dan kepenuhan rohani) jelas terlihat, ini juga jelas bahwa tidak sedikit yang sadar akan kelaparan itu dan merasa tertekan. Ini akan menjadi faktor yang mengatur dalam Allah memiliki sebuah perkumpulan representatif yang menjawab pikiran-Nya yang lebih penuh pada akhir.

3. Kepedulian yang Berkembang Tentang Jemaat yang Seperti Itu

Dalam halaman-halaman ini, kami baru-baru ini mengacu pada, dengan sangat mendalam, masalah ini, tetapi kami semakin terkesan dengan pendudukan yang terus meningkat dan memperkuat dengan hal itu di dalam segala arah. Bukan hanya di tempat-tempat di mana kita mengharapkan reaksi seperti itu, “evangelis”, “konservatif”, atau “fundamentalis”, tetapi sebagai bagian dari ayun-putar teologis yang luar biasa dalam lingkaran “liberal” ada “tampilan baru” yang hampir mencengangkan ini di arah ini. Sebagai ciri khas dari ini, berikut adalah beberapa kutipan dari para teolog terkemuka di zaman kita.

“Bagaimana Jemaat berdiri, dianggap sebagai organisme rohani, sebagai Tubuh Kristus, dalam kaitannya dengan lembaga-lembaga yang kita sebut ‘gereja’ saat ini? Apa yang seharusnya Jemaat menjadi, terutamanya? Persekutuan atau lembaga? Apakah ada keraguan di mana penekanan Pauline jatuh? Baginya, Jemaat adalah terutama-nya sebuah persekutuan, bukan sebuah institusi. Ini adalah persekutuan murni dari orang-orang yang dipersatukan dengan Kristus, Kepala-nya yang hidup, dan dengan satu sama lain melalui Roh Kudus: bukan institusi yang sangat terorganisir, dan secara hukum dikelola.”

“… jika kita melihat pada ‘gereja’ kita sendiri pada hari ini, apakah kita tidak pernah terpukul dengan rasa ketidaksamaan yang mengerikan terhadap Tubuh Kristus seperti yang dipahami oleh Paulus?”

“Pertimbangkan, selanjutnya, masalah abadi dari perselisihan Gereja kita. ‘Ada satu Tubuh’, kata Paulus. Baginya, kesatuaan Jemaat sama aksiomatis-nya seperti keunikan Tuhan Jemaat. Ini adalah dengan kengerian belaka bahwa ia mendengar tentang ‘partai-partai’ di Korintus. ‘Adakah Kristus terbagi?’ Dan kita tidak dapat meragukan bahwa jika ia berada di sini pada hari ini, ia akan mengutuk divisi-divisi gerejawi kita sebulat-bulat-nya seperti ketika ia mengutuk kelompok-kelompok di Korintus.”

“Kita menghibur diri kita sendiri dengan mengatakan bahwa, terlepas dari semua denominasi kita, kita memiliki persatuan rohani dengan orang-orang Kristen di ‘gereja-gereja’ lainnya, dan kita bernyanyi (Allah ampuni kita)
Kami tidak terbagi,
Semua satu Tubuh, kita adalah.”

“Ini adalah di dalam ladang misi bahwa skandal dari divisi kita menekan paling beratnya. Orang-orang yang bertobat tidak secara tidak wajar bertanya, ‘Mengapa memaksa divisi-mu pada kami?’ … Tidak ada jawaban yang nyata untuk pertanyaan ini …”

“Ketika kita melihat pada denominasi dan divisi kita hari ini, di mana seseorang berkata, ‘Aku dari Calvin’, dan yang lain, ‘Aku dari Luther’ – apakah kita tidak dapat mendengar Paulus, melalui berabad-abad, dengan marah menuntut, ‘Apakah Kristus ada dalam bagian-bagian?’ Apakah kita dibaptis ke dalam nama John Calvin? Apakah kita mengakui iman kita di dalam John Wesley? Apakah kita berdoa kepada Martin Luther?”

“Tentunya ini adalah tugas yang diletakkan di atas pikiran dan hati semua orang yang menyebut diri mereka orang Kristen, semua orang yang percaya Doa Imam Besar (Yohanes 17) sebagai cermin sejati dari pikiran Kristus, untuk bekerja dan berdoa untuk penyembuhan Tubuh yang Hancur Tuhan kita.”

“Atau ambillah pertanyaan ini, Apa misi Jemaat yang sebenarnya di dunia? Tidak ada jawaban yang lebih berharga daripada yang diberikan oleh Paulus di Efesus, mungkin kitab yang paling kontemporer dalam Perjanjian Baru.

“Di garis terdepan ia menetapkan Tubuh Kristus, ‘kepenuhan dirinya yang sepenuhnya dipenuhi.’ Kristus dan Jemaat-Nya, Kepala dan Tubuh, membentuk Kepribadian korporat, dan Kristus ‘dipenuhi’ ketika Tubuh tumbuh menjadi perawakan rohani terpenuhnya. Misi Jemaat adalah untuk ‘mempersatukan segala sesuatu’ di dalam Kristus, Penebus kosmik.”

“Begitulah pandangan Paulus, dan ia berbicara dengan keterusterangan yang tajam kepada orang-orang di zaman kita, lapar akan persekutuan sejati, namun hidup dengan keberadaan ‘kawat berduri’ …”

Di atas hanyalah ekstrak yang dipilih; mereka dapat diperluas ke banyak halaman.

Sebagian dari signifikansi mereka, kami ulangi, adalah bahwa mereka berasal dari para teolog top pada zaman kita, dan bukan dari tingkat umum para pemimpin injil. Impor utamanya adalah mereka hanyalah bagian-bagian dari jilid-jilid yang ditulis pada zaman kita dan menunjukkan perhatian baru dan besar dalam arah ini.

Seperti yang telah kami katakan di tempat lain, ini adalah hal yang luar biasa untuk hidup di masa ketika ada dapat begitu jelas dibedakan suatu pengakuan yang ditegakkan dari posisi Allah yang asli dan tidak dapat diubah bahwa Jemaat adalah cara-Nya, metode-Nya, objek-Nya, dan jawaban-Nya. Bahwa ia menarik ke pengakuan semacam itu adalah masalah yang dapat diperhitungkan, yang sangat penting, dan, setidaknya, menunjukkan bahwa – bahkan jika hanya dalam “Sisa” – Allah akan mengakhiri di mana Ia mulai.

4. Siksaan dan Percobaan Berapi-Api

Jika kita menambahkan satu tanda lebih lanjut dari zaman, untuk saat ini, itu akan menjadi gerakan di atas bumi itu di mana orang Kristen sedang diuji oleh siksaan dan percobaan yang berapi-api. Sebagian besar dunia telah mengalami “baptisan” ini, dan air terus bergerak ke area-area yang semakin luas. Mereka bergerak dari Timur Jauh menuju yang Timur Dekat dan Timur Tengah dan Timur Dekat.

Sementara orang-orang Kristen di belahan Barat masih dapat bertemu dalam konferensi dan memperdebatkan pertanyaan: “Apakah Jemaat akan mengalami kesengsaraan?”, banyak orang percaya bertanya – “Apakah kesengsaraan bisa menjadi lebih buruk daripada yang sedang kita lalui sekarang?” Untuk satu, itu semua adalah objektif, masa depan, dan bersifat ajaran. Untuk yang lain, nyata, aktual, dan mengerikan. Akan lebih sehat dan berharga jika kita menghadapi masalah ini dari sudut yang lain dan bertanya – “Apakah kita memiliki alasan untuk percaya bahwa Kitab Suci menunjuk pada akhir zaman di mana semua dukungan buatan, bantuan ‘asing’, bentuk-bentuk eksternal, dan semua yang membuat orang Kristen terus berjalan dari luar, akan dilucuti, dan mereka akan berdiri atau jatuh sejauh mana mereka benar-benar mengenal Tuhan dan Ia lebih nyata daripada semua pendampingan dan hal-hal Kekristenan?” Ini akan menjadi kriteria utama, apakah dalam tekanan rohani yang semakin meningkat pada orang percaya secara lebih umum, atau oleh kekuatan kesulitan seperti yang sekarang sedang menyebar di seluruh dunia.

Allah akan memiliki kenyataan. Bagi-Nya, Anak-Nya adalah satu-satunya kenyataan. Ia, dengan demikian, adalah Akhir, Amin, dan Allah bekerja semua pekerjaan-Nya terhadap-Nya, “sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.”


Sesuai dengan keinginan T. Austin-Sparks bahwa apa yang telah diterima secara bebas seharusnya diberikan secara bebas, karya tulisannya tidak memiliki hak cipta. Oleh karena itu, kami meminta jika Anda memilih untuk berbagi dengan orang lain, mohon Anda menghargai keinginannya dan memberikan semua ini secara bebas - tanpa d'ubah, tanpa biaya, bebas dari hak cipta dan dengan menyertakan pernyataan ini.