Austin-Sparks.net

Pelayanan Terakreditasi

oleh T. Austin-Sparks

Pertama kali diterbitkan di dalam majalah "A Witness and A Testimony" Sep-Okt 1946, Jilid 24-5. Judul asli: "Accredited Ministry". (Diterjemahkan oleh Silvia Arifin)

(Pesan Singkat)

“Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar. Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah … Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.” (1 Korintus 2:3-5; 4;1).

“Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditangungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.” (2 Korintus 1:8-9).

“Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati … Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini. Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu?” (2 Korintus 4:1, 10-11; 3:1).

Paulus berbicara tentang pelayanan yang terakreditasi, dan menghubungkan akreditasi ini dengan penderitaannya. Sebelum menulis 2 Korintus, ia mengalami pengalaman yang sangat mendalam di Asia: “… Beban yang ditangungkan … begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami.” Allah “yang membangkitkan orang mati” menjadi satu-satunya jalan keluarnya, dan dari pengalaman yang mendalam itu, surat kedua ini muncul.

Pelayanan adalah apa yang dari Jemaat. Para rasul, nabi-nabi, pendeta-pendeta, guru-guru diberikan sebagai hadiah untuk menyempurnakan orang-orang kudus untuk pekerjaan pelayanan; pelayanan, oleh karena itu, adalah milik semua.

Sesungguhnya, pelayanan terakreditasi adalah melalui penderitaan. Pelayanan terakreditasi mewakili sebuah kemenangan yang luar biasa, yang berlatar belakang konflik yang besar.

Upaya yang gigih dilakukan melalui zaman untuk mendiskreditkan pelayanan rohani, dan melakukannya melalui seseorang yang terlibat dalam pelayanan itu.

Dalam kasus Tuhan, ada upaya yang gigih untuk mendiskreditkan-Nya, dan dengan demikian mendiskreditkan pelayanan-Nya. Ini menarik keluar kata-kata: “Sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya” (Lukas 4:24).

Dalam kasus Paulus, orang-orang bangsa Yahudi berusaha untuk mendiskreditkannya, dan dengan demikian mendiskreditkan pelayanannya. Di Korintus, pertempuran besar berkobar atas posisinya sebagai Rasul, dan 2 Korintus banyak berurusan dengan pendirian posisinya sendiri, dan oleh karena itu, wewenangnya dalam pelayanan.

Seseorang yang diperhitungkan bagi Tuhan, adalah pelayanan sebuah bagiannya, yang dapat bernilai dalam cara apa pun bagi umat Tuhan, dan berdiri dalam kesaksian-Nya, akan mengetahui upaya musuh untuk menjadikan nilai-nilai rohani itu nihil dengan mendiskreditkannya. Musuh akan memberikan perasaan kuat akan ketidak-layakan, ketidak-sesuaian, ketidak-bergunaan bagi Tuhan, atau ia akan menyebabkan sesuatu untuk diasosiasikan dengan alat itu untuk mendiskreditkan pelayanannya; ia bahkan dapat menggurui untuk berkompromi, seperti ketika iblis-iblis berseru: “Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi. Mereka memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan.” Kadang-kadang ia akan menyebabkan, untuk bergaul dengan hal-hal murni, orang-orang yang belum diselamatkan, untuk mendiskreditkan-nya.

Jawaban Tuhan untuk itu adalah untuk menjaga alat pelayanan dalam kelemahan, ketergantungan pada diri-Nya sendiri; sehingga semuanya dijaga tetap rohani, dan semua adalah dari Tuhan sendiri saja.

Inti dari surat kedua kepada jemaat di Korintus adalah bahwa di sini ada diskredit besar-besaran atas Rasul dan pelayanannya. Ia tidak akan terakreditasi dengan menyatakan hak-hak-nya. Allah akan membawanya ke dalam maut itu sendiri, di mana tidak ada jalan keluar, dan kemudian seperti dari antara orang mati, membawanya kembali, dan mencurahkan melalui dia, aliran hidup baru bagi umat Tuhan. Dalam alam kecerdasan rohani, di mana semua diketahui dan dipahami, ada pengakuan yang jelas bahwa upaya untuk mendiskredit telah rusak, bahwa pelayanan ini adalah dari Allah, dan tidak dapat digulingkan.

Pelayanan semacam itu dapat bersifat pribadi atau melalui mereka yang merupakan majelis, atau dari suatu rumah.

Kebangkitan menjadi ciri khas dari apa yang diakreditasi oleh Allah.

Logam dilewatkan melalui cawan dan disempurnakan, kemudian meterai diletakkan di atasnya untuk menunjukkan kalibernya.

Jadi Allah membawa melalui api permusuhan Iblis, membiarkan hal itu mencapai titik di mana Ia sendiri adalah hidupnya, dan kemudian membawanya keluar dari konflik, dan menempatkan meterai hidup kebangkitan di atasnya, sehingga ada di dalamnya, kuasa hidup yang tidak bisa dihancurkan – itu hanya datang melalui kematian.

Semua pelayanan yang akan diakreditasikan akan diikat dengan penderitaan; keputusan yang harus kita buat adalah tentang objek pelayanan kita. Banyak hal yang baik dapat dipertimbangkan, tetapi akan ada titik di mana semua hal-hal lainnya harus berkisar di satu sisi, dan satu hal di sisi lain – nilai rohani yang nyata, tanpa campuran: apa yang sepenuhnya dari Allah dan tidak sama sekali dari manusia. Dalam ukuran di mana hal itu benar, akan ada penderitaan. Untuk berdiri sepenuhnya untuk apa yang rohani adalah hal yang mahal.

Harus ada kemauan untuk ditangani oleh Tuhan, sedemikian rupanya agar pelayanan dijaga tetap hidup dan murni. Semua pelayanan yang keluar dari penderitaan seperti itu akan diperhitungkan. Mungkin ini tidak akan disambut atau diinginkan oleh massa, tetapi di mana ada kebutuhan dan panggilan untuk apa yang telah kita peroleh melalui penderitaan, akan ada tanggapan.

Dua tragedi hari ini di antara umat Tuhan:

(1) Begitu banyak yang tidak memiliki pengetahuan tentang kebenaran dengan cara apa pun yang memadai, dan oleh karena itu, tidak dewasa secara rohani.

(2) Begitu banyak yang memiliki banyak kebenaran, dan mati. Tuhan membutuhkan sebuah alat untuk memenuhi kondisi-kondisi ini – sebuah alat yang telah melewati api, dan yang hidup dalam kuasa kebangkitan.

Alat seperti itu akan menjadi alat yang menderita, yang telah sampai ke tempat di mana Allah sendiri memenuhi situasinya.

Ini mungkin menjelaskan banyak hal; ini mungkin sebuah tantangan; ini mungkin sebuah panggilan.

“Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini” – kami telah menerima kasih karunia untuk membantu – dan oleh karena itu “kami tidak tawar hati.” Tetapi hartanya ada di dalam bejana tanah liat yang rapuh, bejana itu dihancurkan dari hari ke hari. Untuk berdiri dalam kuasa Allah, wahyu terang pengetahuan akan kemuliaan Allah di hadapan Yesus Kristus, melambangkan biaya. Apakah kita siap untuk itu? Itu adalah jalan pelayanan yang terakreditasi.

Allah telah mengakreditasi pelayanan Anak-Nya, namun ada kombinasi universal untuk menjadikan Dia tidak ada artinya.

Allah telah mengakreditasi pelayanan hamba-Nya, Paulus, tetapi ia dibawa untuk mengalami kedalaman penderitaan.

Jadi bagi kita; pelayanan yang diakreditasi oleh Allah terkait dengan penderitaan, tetapi penderitaan menghasilkan apa yang sepenuhnya dari Allah dan tidak dapat dihancurkan.


Sesuai dengan keinginan T. Austin-Sparks bahwa apa yang telah diterima secara bebas seharusnya diberikan secara bebas, karya tulisannya tidak memiliki hak cipta. Oleh karena itu, kami meminta jika Anda memilih untuk berbagi dengan orang lain, mohon Anda menghargai keinginannya dan memberikan semua ini secara bebas - tanpa d'ubah, tanpa biaya, bebas dari hak cipta dan dengan menyertakan pernyataan ini.